Sunday, March 17, 2019

TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL, Nur Alinda, 43117010396, Dosen Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM


Teori Perdagangan International

Author Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM & Nur Alinda

Introduction
            Teori konvensional tentang perdagangan internasional telah memperlihatkan bahwa perdagangan dunia yang bebas dapat meningkatkan kesejahteraan negara-negara yang terlibat dalam perdagangan tersebut. Teori perdagangan dunia mempunyai thesis dasar yang mengatakan bahwa setiap negara mempunyai keunggulan komparatif absolut dan relatif dalam menghasilkan suatu komoditas dibandingkan negara lain. Berdasarkan keunggulan komparatif tersebut, maka suatu negara akan mengekspor komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif yang lebih tinggi dan mengimpor komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif yang lebih rendah. Perdagangan antar negara akan membawa dunia pada penggunaan sumberdaya langka secara lebih efisien dan setiap negara dapat melakukan perdagangan bebas yang menguntungkan dengan melakukan spesialisasi produksi sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya.

            Prinsip sederhana ini merupakan dasar yang tidak tergoyahkan dalam konsep perdagangan internasional (Samuelson dan Nordhaus, 1992), namun belum dapat menjelaskan banyak pertanyaan. Teori perdagangan internasional kemudian berkembang lebih jauh seperti teori keunggulan daya saing yang meletakan harga dunia sebagai mercusuar lalulintas pertukaran barang-barang antar negara. Melalui mercusuar ini dunia boleh berharap penggunaan sumberdaya dunia akan lebih efisien dan menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi. Semua teori perdagangan memperlihatkan bahwa perdagangan bebas membawa manfaat bagi negara yang berdagang dan dunia.

                        Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya “invisble hand” dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah sangat dibatasi karena akan sangat mengganggu proses ini. Konsep invisible hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

            Teori perdagangan internasional adalah teori yang menjelaskan arah dan komposisi perdagangan antar negara serta bagaimana efeknya terhadap perekonomian suatu negara.  Disamping itu, teori perdagangan internasional juga dapat menunjukkan adanya keuntungan yang timbul dari adanya keuntungan perdagangan (gain from trade). Teori yang menjelaskan tentang perdagangan internasional  pada dasarnya dibagi atas tiga kelompok besar, yaitu: teori praklasik merkantilis, Teori Klasik, dan  teori modern.

            Negara-negara yang melakukan perdagangan internasional  antara lain disebabkan dua alasan berikut. Pertama, negara-negara yang berdagang karena berbeda satu sama lain (berbeda dalam kepemilikan sumber daya, baik dalam jenis maupun kualitasnya),  setiap negara dapat memperoleh keuntungan dari perbedaan mereka melalui pengaturan dimana setiap pihak melakukan sesuatu dengan relatif lebih baik. Kedua, negara-negara berdagang satu sama lain dengan tujuan mencapai skala ekonomi (economies of scale) dalam produksinya.  Maksudnya, Jika  setiap negara  hanya menghasilkan sejumlah barang tertentu maka mereka dapat menghasilkan  barang-barang tersebut dengan skala yang lebih besar dan karenanya lebih efisien dibandingkan mereka menghasilkan segala jenis barang.

            Secara lengkap perkembangan teori perdagangan internasional adalah sebagai berikut :

1.      Teori pra-klasik merkantilisme

2.      Teori klasik

a)      Keuntungan   absolut  (absolute  advantage) oleh   Adam Smith

b)      Keuntungan  relatif  (comparative advantage)  oleh  John Stuart Mill

c)      Biaya relatif (comparative cost) oleh David Ricardo

3.      Teori Modern


                Literature Review

            Teori perdagangan internasional timbul karena adanya perbedaaan harga relative di antara Negara. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari perbedaan biaya produksi yang diakibatkan oleh :

1.      Perbedaan dalam perolehan factor-faktor produksi

 

2.      Perbedaan dalam tingkat teknologi yang menentukan intensitas factor yang digunakan

3.      Perbedaan dalam efisiensi pemanfaatan factor-faktor ini

4.      Kurs valuta asing

            Meskipun demikian perbedaan selera dan variable permintaaan dapat membalikkan arah perdagangan yang diramalkan teori.

            Teori perdagangan Internasional menunjukkan bahwa bangsa-bangsa akan memperoleh tingkat kehidupan lebih tinggi ketika melakukan spesialisasi dalam barang-barang di mana mereka memiliki keunggulan komparaif dan mengimpor barang-barang yng memiliki kerugian komparatif.

            Pada umumnya hambatan-hambatan (restriksi) perdagangan akan memberhentikan mengalirnya barang-barang dengan bebas dan membahayakan kesejahteraan suatu bangsa.


Ada beberapa alasan pemberlakuan Restriksi perdagangan :

Pertahanan Nasional

            Industri-industri tertentu memerlukan proteksi atas impor karena vital bagi pertahanan nasional, dan harus tetap diberlakukan meski ada kerugian komparatif berkenaan dengan para pesaing luar negeri.

Melindungi industry yang baru tumbuh (infant industry)

            Para pendukung proteksi ini menyatakan bahwa meski dalam jangka panjang industry ini memiliki keunggulan komparatif, namun perusahaan memerlukan proteksi sampai tenaga kerja terlatih, teknik produksi dikuasai dan mereka mencapai skala ekonomi. Proteksi dimaksudkan sementara, namun faktanya jarang perusahaan yang mengakui telah dewasa dan tidak lagi memerlukan bantuan.

            Adanya perlindungan dari persaingan asing dengan bea cukai masuk tinggi, perusahaan dalm negeri ini memeiliki sedikit alas an meningkatkan efisiensi atas kualitas produk.

Melindungi tenaga kerja domestic dari tenaga asing yang murah

            Para proteksionis yang menggunakan alasan ini akan membandingkan tingkat upah per jam tenaga asing yang lebih murah dengan yang mereka bayar di dalam negeri dan menyimpulakan para eksportir Negara-negara ini akan dapat memasok barang- barang murah dan mengakibatkan pekerja domestik kehilangan pekerjaannya.

            Kekeliruan pertama tentang argumentasi ini ialah biaya upah tidak seluruhnya berupa biaya produksi maupun biaya tenaga kerja. Selanjutnya produktivitas per pekerja seringkali lebih tinggi karena lebih banyak modal per pekerja, manajemen yang superior, dan teknologi maju, sehingga biaya kerja lebih rendah meski upah tinggi.

Tindakan Balasan

Perwakilan-perwakilan industry yang ekspornya telah mendapat hambatan hambatan impor yang dikenakan pada mereka oelh sebauh Negara lain, meminta pemerintah mereka membalas dengan hambatan-hambatan yang sama
Dumping

Tindakan balasan berupa hambatan perdagangan juga akan dilakukan terhadap dumping , yaitu penjualan produk ke luar negeri dengan harga lebih rendah daripada
:

1.      Biaya produksi

2.      Harga pasar dalam negeri

3.      Harga ke Negara ketiga.

Tujuan dumping yaitu untuk menjual kelebihan produksi tanpa mengganggu pasar domestiknya atau untuk memaksa semua produsen domestic Negara pengimpor meninggalkan bisnis itu. Eksporti itu mengharap kenaikan harga di pasar begitu tujuan tercapai ( predatory dumping)
Subsidi

Sebuah pembalasan lain dapat berupa subsidi yang diberikan pemerintah kepada perusahaan domestic baik untuk mendorong ekspor maupun melindungi dari impor. Subsidi adalah sumbangan keuangan, diberikan secara langsung atau tidak langsung oleh pemerintah tanapa imbalan keuntungan. Termasuk hibah, perlakuan pajak istimewa dan asumsi pemerintah mengenai pengeluaran bisnis yang normal.



JENIS-JENIS RETRIKSI

 

Hambatan-hambatan Tarif

1.      Tarif/bea impor : Pajak atas barang impor dengan tujuan menaikkan harga untuk mengurangi persaingan bagi produsen lokal

2.      Bea ad Valorem: Pajak impor dikenakan sebagai sebuah presentase dari nilai faktur barang-barang yang diimpor

3.      Bea Spesifik : Jumlah tetap yang dikenakan atas unit fisik barang yang diimpor

4.      Bea Kombinasi : Kombinasi pajak spesifik dan ad valorem

5.      Harga Resmi : Harga –harga temasuk dalam tarif bea cukai

6.      Pajak Variabel : Pajak impor yang ditetapkan dengan perbedaaan antara harga pasar dunia dan harga yang didukung pemerintah lokal

7.      Bea Lebih Rendah untuk masukan local lebih banyak




Hambatan-Hambatan Non Tarif


Semua bentuk diskriminasi terhadap impor selain bea impor

·         Kuantitatif

ü  Kuota : Batas Jumlah yang dikenakan atas jenis impor tertentu

ü  Hambatan ekspor sukarela (Voluntary Export Restraints-VER) : Kuota ekspor yang dikenakan oleh Negara pengkespor

ü  Persetujuan Tertib Pemasaran : Persetujuan resmi antar negara pengekspor dan pengimpor yang mencantumkan kuota impor atau ekspor yang akan diperoleh tiap Negara untuk suatu barang

·         Non Kuantitatif


ü  Partisipasi pemerintah langsung dalam perdagangan misalnya subsidi

ü  Prosedur pabean dan administrative lainnya berupa diskriminasi kebijakan

ü  Standar yang rumit dan diskriminatif.



Merkantilisme

Suatu falsafah ekonomi berdasarkan keyakinan bahwa :

 

1.      Kemakmuran sebuah Negara bergantung pada kekayaan yang diakumulasikan, biasanya berupa emas

2.      Untuk meningkatkan kemakmuran, hendaknya pemerintah meningkatkan ekspor dan mengurangi impor.

            Merkantilisme merupakan falsafah yang diserang Adam Smith, bahwa penting bagi kesejahteraan Negara untuk mengakumulasi logam berharga, yaitu emas dan perak. Hal itu merupakan satu-satunya ukuran kesehjahteraan, Karena itu bagi negara yang tidak memiliki pertambangan, tujuan perdagangan internasional merkantilisme untuk memasok emas dan perak. Pemerintah membuat kebijakan ekonomi yang mempromosikan ekspor dan mengurangi impor, larangan impor seperti bea masuk mengurangi impor, sementara subsudi pemerintah kepada eksportir meningkatkan ekspor. Tindakan-tindakan ini menciptakan surplus perdagangan.

            Meskipun era kaum merkantilisme berakhir tahun 1700an, argument argumennya masih tetap hidup. Sebuah neraca perdagangan yang memuaskan berarti Negara mengekspor lebih banyak barang dan jasa daripada yagn diimpornya. Ekspor yang membawa dolar ke Negara disebut positif sebaliknya impor yang menyebabkan dolar keluar disebut negative.

            Sebuah contoh merkantilisme modern disebut dengan nasionalisme ekonomi oleh sebagian orang. Misalnya yang dilakukan Perancis ketika menasionalisasi industry kunci dan bank-bank penting agar dapat menggunakan kekuasaan Negara baik sebagai pemegang saham dna penyandang dana maupun sebagai pelanggan dan pemasar utnuk merevitalisasi basis industry Negara. Disebut sebagai high tech merchantilisme. Contoh lain adalah Jepang yang sangat protektif terhadap perdagangan internasional .Jepang merupakan pasar yang tidak bisa ditembus .

            Alasan yang dikemukakan adalah melindungi intisari budayanya. Dengan menerapkan hambatan-hambatan impornya, menekankan tradisonal swasembada, dan mentalitas “kita lawan mereka”. Jepang merupakan “benteng merkantilisame masa kini”.

Teori Keunggulan Absolut

            Teori ini memiliki arti kemampuan sebuah bangsa untuk meproduksi suatu barang lebih banyak dengan jumlah masukan yang sama dengan Negara lain. Adam Smith mengemukakan kekuatan pasar lah , bukan pemerintah, yang menentukan arah, volume, dan komposisi perdagangan internasional. Dalam perdagangan yang bebas dan tidak diregulasi , masing-masing Negara akan mengkhususkan diri meproduksi barang-barang yang dapat diproduksinya dengan efisien (memiliki keunggulan absolut, baik alamiah maupun yang diperoleh). Sebagian barang tersebut akan diekspor untuk membayar impor barang-barang yang dapat diproduksi lebih efisien di tempat lain.

Nilai Tukar Keunggulan Komparatif

            Pada tahun 1817 Ricardo memperlihatkan bahwa meskipun sebuah bangsa memegang keunggulan absolut dalam produksi dua barang, kedua Negara masih dapat berdagang dengan keunggulan bagi masing-masing sepanjang bangsa yang kurang efisien , tingkat kekurangefisienannya tidak sama dalam memproduksi kedua barang tersebut.

            Sebuah bangsa yang memiliki kelemahan absolut dalam meperoduksi dua barang dari sudut bangsa lain memiliki satu keunggulan komparatif atau relative dalam memproduksi barang di mana kelemahan absoluntya berkurang. Perhatikan contoh ini : dibandingkan AS, Jepang relative efisien dalam pembuatan mobil daripada dalam meproduksi beras. Karenanya ia memiliki keunggulan relative, atau keunngulan komparatif, menurut Ricardo , dalam memproduksi mobil.

            Konsep sederhana mengenai keunggulan komparatif merupakan dasar bagi perdagangan internasional.

            Dalam teori ini mulai diperhitungkan adanya input yaitu tenaga kerja, pada masa itu tenaga kerja merupakan hal penting dalam meperhitungkan biaya produksi. Barulah pada tahun 1933, Ohlin seorang ahli ekonomi Swedia melanjutkan pekerjaan yang dimulai oleh ahli ekonomi Heckser,mengembangkan teori perolehan factor (factor endowment).

Teori Faktor Endowment oleh Heckscher-Ohlin

            Teori ini menyatakan bahwa Negara-negara mengekspor produk-produk yang memerlukan sejumlah besar factor produksi mereka yang berlimpah, dan mengimpor peoduk-produk yang memerlukan sejumlah besar factor produksi mereka yang langka. Barang –barang yang memerlukan sejumlah besar factor yang berlimpah jadi lebih murah akan memperendah biaya produksi , sehingga memungkinkan dijual lebih murah di pasar internasional. Contohnya : Cina memiliki tenaga kerja murah dibandingkan Belanda, harus berkonsentrasi pada produksi barang-barang yang padat tenaga kerja , Belanda dengan modal lebih banyak daripada tenaga kerja seharusnya menspesialisasikan diri pada baraqng padat modal. Sehingga ketika kedua Negara berdagang, masing- masing akan memperoleh barang-barang yang memerlukan sejumlah besar factor yang relative langka dengan harga lebih murah dan keduanya memperoleh keuntungan.

Memperkenalkan Uang

            Untuk mengetahui apakah terdapat lebih banyak keuntungan untuk membeli secara local atau mengimpor, para pedagang perlu mengetahui harga mata uangnya sendiri. Untuk menukar dari mata uang asing ke domestic, mereka menggunakan kurs

Kurs

            Harga sebuah mata uang yang dinyatakan dari segi mata uang lain. Misalkan kurs yang berlaku $1 = 250 yen, artinya 1 yen bernilai 0,004 dolar.

Skala Ekonomi dan Kurva Pengalaman

Pada tahun 1920an, mulai mempertimbangkan fakta bahwa kebanyakan industry memperoleh keuntungan dari skala ekonomi (economiesof scale), yaitu dengan semakin besarnya pabrik dan meningkatnya output biaya per unit akan menurun. Biaya produksi juga menurun karena curve pengalaman (experience curve) yaitu begitu perusahaan memproduksi lebih banyak mereka mempelajari cara meningkatkan efisiensi produksi sehingga biaya perunit produksi lebih rendah.

Skala ekonomi dan kurva pengalaman inti memepengaruhi perdagangan internasional karena memungkinkan indusri suatu Negara menjadi produsen biaya rendah tanpa memiliki factor produksi melimpah.

Teori Penggerak Pertama (First Movers Theory)



Sebagian ahli teori manajemen menyatakan bahwas perusahaan yang pertama menerobos pasar (penggerak pertama) akan segera mendominasinya. Sebuah studi menunjukkan kisaran industry bahwa penggerak pertama menguasai 30% bagian pasar (market share) dibandingkan dengan hanya 13% untuk pengikut seklanjutnya. Sebuah temuan lain yaitu 70% pemimpin pasar yang ada sekarang adalah penggerak pertama. Namun studi terakhir menyimpulkan bahwa sukses awal telah beralih ke perusahaan yang menerobos pasar rata-rata 13 tahun setelah penggerak pertama

Teori Linder Mengenai Permintaan Tumpang Tindih

Teori orientasi permintaannya menyatakan bahwa selera konsumen sangat ditentukan oleh tingkat pendapatannya, dan oleh karenanya tingkat pendapatan suatu bangsa menentukan jenis-jenis barang yang akan diproduksi. Sehingga jenis produksi barang mencerminkan tingkat pendapatan suatu Negara. Barang-barang yang diproduksi untuk pasar domestic akhirnya akan diekspor.

Teori Lindler berkesimpulan bahwa perdagangan internasional dalam produksi manufaktur antar Negara dengan pendapatan perkapita yang sama besarnya akan lebih besar, dibandingkan dengan Negara dengan pendapatan perkapita yang tidak sama besar.

Keunggulan Bangsa-Bangsa dari Porter

Michael Porter, Profesor ilmu ekonomi Harvard, mnyimpulkan bahwa empat jenis variable memilik dampak atas kemampuan perusahaan-perusahaan local di suatu Negara untuk menggunakan sumber-sumber Negara itu guna memperoleh keunggulan komparatif.

Kondisi-kondisi permintaan

Merupakan sifat dasar permintaan domestic. Apabila para pelanggan sebuah perusahaan memiliki permintaan, perusahaan akan berusha memproduksi produk- produk yang berkualitas tinggi dan inovatif, dan dalam melakukan hal itu memperoleh keunggulan kompetitif atas perusahaan yang berada di tempat di mana tekanan domestic lebih kecil. Tapi variable ini tak terlalu signifikan di masa sekarang di mana begitu banyak perusahaan yang memperkenalkan produk baru secara global

Kondisi-kondisi factor



Merupakan level dan komposisi faktor produksi. Porter membedakan antara factor- faktor dasar (teori Heckscher-Ohlin) dan factor-faktor lanjutan (infra struktur suatu Negara). Kekurangan sumber daya alam menyebabkan bangsa-bangsa melakukan investasi dalam penciptaan factor lanjutan seperti pendidikan angkatan kerjanya, pelabuhan bebas, dan system komunikasi, agar industrinya dapat bersaing secara global

 

Industri-industri terkait dan pendukung

Yaitu para pemasok dan jasa dukungan industry, berkumpul dalam lokasi yang berdekatan demi efisiensi.

Strategi, Struktur, dan Persaingan Usaha

Perluasan persaingan domestic, yaitu adanya hambatan-hambatan untuk masuk serta organisasi dan gaya manajemen perusahaan. Porter mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan yang mengalami persaingan berat di pasar-pasar domestic secara konstan akan meningkatkan efisiensinya, dan lebih kompetitif secara global

 














DAFTAR PUSTAKA

Ebert, Ronald J dan Ricky W Griffin. 2015. Pengantar Bisnis; Penerj. Devri Barnadi Putra. Jakarta: Penerbit Erlangga.

http://repository.pertanian.go.id/bitstream/handle/123456789/5293/TINJAUAN%20TEORI%20PERDAGANGAN%20INTERNASIONAL%20DAN%20KEUNGGULAN%20KOOPERATIF.pdf?sequence=1&isAllowed=y (17 Maret 2019, jam 22.30)

https://www.kajianpustaka.com/2018/05/teori-perdagangan-internasional.html (17 Maret 2019, jam 23.00)

http://zakiaoktaviana.blogspot.com/2017/12/makalah-tentang-teori-perdagangan.html (17 Maret 2019, jam 22.50)

 


No comments:

Post a Comment